Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Wisata Budaya’ Category

Sudah lama tinggal di Batam tapi belum pernah melihat bentuk rumah melayu asli? Sekali-kali jalan-jalanlah ke Kampung Melayu Batu Besar. Tak jauh dari pantai wisata Boneta terdapat sebuah rumah adat melayu Limas Potong.

Limas Potong adalah salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat melayu Riau Kepulauan. Jenis rumah adat melayu yang lain adalah rumah tradisional Belah Bubung. Kalau di Riau daratan, rumah tradisionalnya ada Rumah Lontik, dan Rumah Salaso Jatuh Kembar.

Waktu saya berkunjung, rumah melayu limas potong yang ada di kampung melayu batu besar ini tak berpenghuni. Tampaknya sengaja dibiarkan kosong, sekedar rumah contoh.

Rumah limas potong berbentuk rumah panggung, sebagaimana rumah tradisional di Sumatra pada umumnya. Tingginya sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Dinding rumah dibuat dari susunan papan warna coklat, sementara atapnya berupa seng warna merah. Kusen pintu, jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih. Cantik sekali.

Sayang kita tidak bisa masuk untuk sekedar melihat-lihat wujud dan isi dalam rumah. Bagaimanapun, letak rumah yang berada di tengah-tengah kebun kelapa nan rimbun membuat kesan tradisional melayunya kena’  banget.

Kalau jalan-jalan ke kampung melayu, mampir sini ya!

Read Full Post »

Pakaian adalah cermin kepribadian. Pakaian juga identitas pribadi dan identitas budaya. Setiap budaya memiliki kekhasannya masing-masing dalam berpakaian, tak terkecuali budaya Melayu.

Baju Kurung adalah salah satu ragam pakaian tradisional masyarakat melayu, termasuk masyarakat melayu Batam dan Kepri.  Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya melayu, maka di Batam digalakkan kebiasaan berbaju kurung.

Setiap hari jumat seluruh pelajar dari SD sampai SMA diwajibkan mengenakan baju kurung. Setiap sekolah boleh memilih warna baju kurung masing-masing, dari sekedar warna-warna lembut, sampai warna-warni cerah menyerlah.

Demikian pula kalangan Pegawai Negeri Sipil(PNS), mengenakan baju kurung difardhukan tiap hari jumat. Yang ini justru lebih menarik, karena tiap individu diperkenankan memilih warna dan corak masing-masing untuk baju kurungnya.

Ini setidaknya menunjukkan bahwa masyarakat batam masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya melayu. Meski batam sangat heterogen dengan latar belakang etnik yang beragam, tetapi budaya melayu tetap dijadikan payung sekaligus identitas budaya. Sesuai dengan petitih “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Read Full Post »